macet, "sudako"
Friday, April 29
Lalu lintas di Jumat pagi biasanya tidak terlalu macat/padat seperti hari Senin sampai Kamis. Namun pagi ini padat sekali, mulai dari simpang empat kost-an, sampai ke kantor. Umumnya jalanan yang cukup macat selain di persimpangan lampu merah, seperti Sp. Pos, Sp. Kampus, Sp. Brimob, dan di tempat keramaian, seperti Sumber ( salah satu pintu masuk ke Kampus USU ), Pajak Sore Pd. Bulan, Pajak Pringgan. Itu jalur yang biasa aku lalui (jalur naek angkot).Peningkatan jumlah kendaraan baik roda 2 (dua) maupun roda 4 (empat) jenis kendaraan pribadi dan umum meningkat setiap tahunnya (sayang jumlah pastinya belum dapat, emang ngak ada kerjaan mo cari tau itu semua, tanya ke Dinas Perhubungan ya?) mengakibatkan ruas jalan kota Medan menjadi terasa cukup sempit di waktu jam sibuk, ketika berangkat kerja, ke kampus (07.20 - 08.00), maupun pulang kerja (17.00 - 19.10). Itu sih waktu yang sering kualami.
Semakin bertambahnya jumlah kendaraan tiap tahunnya, dan tidak adanya pelebaran ruas jalan plus ditambah dengan kenakalan para pengemudi angkutan umum yang suka hatinya dalam menurunkan/menaikkan sewa, begh... ini akan membuat kota Medan akan semraut.
Kebetulan selama perjalanan sempat ngobrol dengan supir angkot "sudako". Sudako salah satu istilah untuk angkutan umum kota Medan, yang terkenal di era-80an, berbentuk seperti kotak sabun "gift" petak-petak gitu lho, warnanya kuning "dibawah bendera KPUM" mungkin, pintu keluarnya dari sisi belakang, suaranya agak-agak bising, macam bajaj. Lah kok ngomongin si sudako"? Ngak salah kok, soalnya tadi coba liat di wiki Indonesia ngak nemu, mo dimasukkin... hhem... Oh ya, saat ini berjumlah kira-kira 800-an unit, untuk beberapa trayek/tujuan, dan semua bermuara ke " Pajak Sambu", tenang aja ngak ngomongin Sambu kita, masih tetap di jalur "sudako", senyum donks... (info: sopir T:13)
Ada hubungan atau tidak dengan yang atas, berpulang kepada yang mo nyambungin atau ngak. Ada beberapa tips yang dapat diliat, JANGAN NGE-TRE pada diri sendiri:
- cepat keluar dari kost, biar ngak kena macat dan ketinggalan
- naek angkot yang penumpangnya sudah cukup full, jangan sudah full (ntar malah gantung)
- alternatif lain dan tips lain silahkan ditambahin.
Dasar...
Read more!
Iron Bars Shell (ibsh)
Thursday, April 28
salah satu yang pantas untuk dicoba, kenapa?- ukuran file hanya 20kb
- instalasi dan konfigarasi cukup mudah
- hasil binary hanya 24kb, dan setelah di strip menjadi 20kb
- sudah memenuhi kebutuhan saat ini
Silahkan untuk mereka yang ingin memenjarakan users-nya.
Instalasi:
$ tar xzvf ibsh-0.3a-i386-linuxbsd-src.tar.gz
$ cd ibsh-0.3a
$ make ibsh
$ make ibsh_install
$ echo "/bin/ibsh" >> /etc/shells
$ useradd -gusers -s /bin/ibsh deRegen
Untuk perintah-perintah yang dapat dieksekusi (seperti: ping, ls) tambahkan di file
$ vim /etc/ibsh/global.cmds
ping
ls
Sekarang user "deRegen" cuman bisa melakukan commands "ping|ls|logout"
lebih jauh dapat dilihat:
http://ibsh.sourceforge.net/
Read more!
terlalu lama ngak nulis
Saturday, April 23
Terlalu panjang tidak menuliskan sesuatu disini, dikarenakan ketidak nafsuan untuk menulis dan kepadatan kegiatan kerja yang harus diselesaikan dan sampe saat ini juga masih banyak kerjaan yang masih dalam daftar tunggu, jadi kalau terus-terusan meng"alaskan" kesibukan kerja untuk menulis disini, emang sesibuk apa sih kerjanya? Nah kan sudah jelas, ternyata emang ketidaknafsuan yang menutupi keinginan untuk menulis.Hari jumat 12 Rabiul Awal 1426 Hijriah/ 22 April 2005 Masehi, balek ke kampung yang sudah hampir 2 bulan ngak ngejenguk orang tua dan adik. Itupun karena di telepon ama emak, yang sebelumnya dapat sms dengan inti isinya "keluarga kangen ama aku".
Read more!